November 11, 2015

Terbuktinya Keajaiban Emas Dalam Sejarah

KOIN EMAS. Bentuk investasi ini agak sedikit unik. Berbeda dengan koin-koin emas di luar negeri, di Indonesia yang dapat berhasil dijalankan adalah koin dinar.

Pada jaman Rasulullah, koin dinar digunakan sebagai alat mata uang. Dengan kadar 91,7% (22 karat) dan berat 4,25 gram, koin ini dipertukarkan selayaknya uang kertas di jaman modern saat ini.


Saat ini koin dinar yang beredar di masyarat di produksi oleh PT Aneka Tambang Tbk., dan Islamic Mint Nusantara. Koin-koin ini didistribusikan oleh Gerai Dinar, Dinar First dan Wakala Nusantara.

Gerai Dinar mendistribusikan koin dinar produksi PT Aneka Tambang Tbk.

Sementara Dinar First dan Wakala Nusantara mendistribusikan koin-koin hasil produksi World Islamic Mint Nusantara.

Di luar negeri umumnya koin bentuk numismatic dan collectible sebagai investasi. Di Indonesia sendiri koin dinar digunakan sebagai alat pertukaran, zakat, dan tabungan.

Salah satu bukti kekuatan emas melawan inflasi juga sering dijelaskan menggunakan koin dinar.

Beikut adalah salah satu hadist yang tetap menjadi favorit saya ketika menjelaskan keunggulan emas.

“Ali bin Abdullah menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, Syahib bin Gharqadah menceritakan kepada kami, ia berkata: saya mendengar penduduk bercerita tentang ‘Urwah, bahwa Nabi S.A.W. memberikan uang 1 dinar kepadanya agar dibelikan seekor kambing untuk beliau; lalu dengan uang tersebut ia membeli 2 ekor kambing, kemudian ia jual 1 ekor kambing dengan harga 1 dinar. Ia pulang membawa satu dinar dan satu ekor kambing. Nabi S.A.W. mendoakannya dengan keberkatan dalam jual belinya. Seandainya ‘Urwah membeli tanah pun, ia pasti beruntung” (H.R.Bukhari)

Dari bacaan itu jelas tertulis, pada masa-nya 1 kambing setara 1 dinar. Bahkan hingga saat ini pun harga 1 kambing berkisar antara 1 – 2 dinar.

Dinar sendiri memiliki biaya produksi yang relatif lebih rendah ketimbang perhiasan.

Umumnya dinar dipertukarkan dengan selisih 4%. Setiap distributor memiliki ketentuan sendiri dalam memperlakukan dinar.

Untuk Wakala dan Dinar First, dinar diperlakukan sebagai mata uang. Sementara bagi Gerai Dinar, dinar masih dapat diperlakukan sebagai alat investasi dan diperjual belikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar